Who are you ? What’s is your Identity? Merubah Identitas Diri untuk Mencapai Cita-cita Part 1

Uncategorized

identity, motivasi, self, changes

A.Identitas diri

Sebelum dimulai, perlu disamakan dulu pemahaman kita tentang definisi “Identitas Diri” yang dimaksud didalam tulisan ini. Identitas disini bukan Title bukan Jabatan, tapi yang disebut identitas diri adalah Definisi atau Peran kita dalam hidup. Ini saya tekankan karena banyak orang yang masih susah membedakanya.

Contoh kasus adalah penulisan di Sosial Media Linkedin. Yang menyediakan Feature Headline yang bisa digunakan untuk deskripsi singkat tentang diri biar menarik untuk orang lain. Coba perhatikan yang ditulis oleh sebagian besar pemilik akun linkedin? Umumnya menuliskan: Jabatan dan Nama perusahaan. Semakin mentereng jabatan dan terkenal perusahaanya akan semakin antusias untuk menulis Jabatan dan Nama perusahaan. Walaupun sebagian melakukan itu, karena mengikuti seperti orang lain. Namun semua  itu , membuktikan banyak yang tidak bisa mendefeniskan Identitas dirinya dengan baik. Untuk itu kita harus membiasakan diri menjawab pertanyaan ini: What do you up to? What do you do for living?

Beberapa contoh yang baik dalam menuliskan Identitas diri: An Architect,  An Accountant, Oil and Gas Professionals,  Specialist in Interior Design, Specialist for Safety Training Services,  Develop Management System , Provide Advisory services for Advance management, People Development and Coaching..dst..

Contoh diatas adalah penulisan Identitas Diri yang cukup baik yang mampu menjawab  “Apa peran kita di dunia atau Apa yang Kita lakukan untuk Hidup”…. Itulah Identitas kita. Identitas kita bukanlah jabatan yang diberikan orang lain atau organisasi.

Singkatnya: Apa yang kita lakukan untuk hidup atau peran dalam hidup bermasyarakat, itulah identitas  kita. Jawaban dari What do you do for living ? Bukan where do you work, bukan juga jabatan, bukan nama, bukan suku bangsa, bukan keturunan…karena itu  semua hanyalah “Cara orang memanggil kita” atau “cara mengidentifikasi kita di antara milyaran manusia”. Namun “defenisi diri atau identitas diri” kita jauh lebih bermakna kalau dilihat dari “Tindakan kita atau Peranan kita”.

  1. Merubah Identitas Diri,  Apakah harus terus menerus

Pertanyaan yang menjadi latar belakang tulisan ini adalah: Apakah kita perlu berubah terus menerus ? Kalau pertanyaanya “Apakah perlu berubah ?”, maka semua orang akan menjawab: perlu !!. Tapi berubah terus-menerus, apakah perlu ? Apakah TIDAK melelahkan? Pertanyaan itu diinspirasi oleh cerita teman yang struggling  merubah dirinya dari Pegawai kantoran menjadi seorang Entrepreneur.

Beruntung saya menemukan tulisan bagus dari Marshal Goldsmith. Siapa Marshal? Saya salin cuplikan cv-nya dari Linkedin.

“Dr. Marshall Goldsmith has been recognized again as one of the top ten Most-Influential Business Thinkers in the World and the top-ranked executive coach at the 2013 biennial Thinkers50 ceremony in London.

Dr. Goldsmith is the author or editor of 35 books, which have sold over two million copies, been translated into 30 languages and become bestsellers in 12 countries.  His newest book is Triggers: Creating Behavior That Lasts—Becoming the Person You Want to Be, on sale May 2015 from Crown Business.  He has written two New York Times bestsellers, MOJO and What Got You Here Won’t Get You There – a Wall Street Journal #1 business book and winner of the Harold Longman Award for Business Book of the Year.”

Dalam tulisanya yang berjudul: “My Dinner with Bono”. (Salah satu Penyanyi yang saya kagumi)..Marshal menulis seperti ini:

……”After listening to Bono share his personal story, I realized that he is a wonderful example of a person who has not only changed his behavior but also his identity, or definition of who he is – while remaining authentic and not becoming a phony (palsu atau dibuat-buat).

artikel selanjutnya bisa di Lihat di Who are you ? What’s is your Identity? Merubah Identitas Diri untuk Mencapai Cita-cita Part 2

By : Rudi Maulana ST, MM, CPP,CLA

%d bloggers like this: