Positive Habitual Action #1

Uncategorized

safety, leadership, habits, accident

Jatuhnya pesawat TNI jenis Hercules di Medan tanggal 30 Juni 2015, kembali mengingatkan kita kepada peristiwa beberapa bulan lalu mengenai kecelakaan pesawat komersial Air Asia. Pesawat Hercules C-130 tersebut untuk melaksanakan misinya terbang dari Bandara AbdurRahman Saleh dan kemudian terbang berpindah sampai akhirnya di Medan, pada saat melanjutkan misi dari Medan menuju Tanjung Pinang terjadilah peristiwa kecelakaan tersebut. Saya yakin dalam prosesnya sudah melalui tahapan prosedur keselamatan penerbangan termasuk maintenance, checking dan kelaikan pesawat. Saat ini team investigasi sedang bekerja untuk melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat Hercules ini. Tidak hanya kecelakaan pesawat udara tetapi kecelakaan lainnya yang menimbulkan kerugian, kecelakaan kendaraan di jalan tol Cipali yang telah merenggut korban jiwa serta terbakarnya ruang tunggu eksekutif di bandara Soekarno Hatta yang menyebabkan terhambatnya proses check-in penerbangan.   Beberapa rangkaian incident tersebut kembali mengingatkan kita betapa  pentingnya melaksanakan kebiasaan berperilaku aman. Satu kejadian akan berakibat adanya kerugian material maupun non material (iceberg theory) yang berpotensi menganggu aktifitas lainnya.          

Ada 2 (dua) hal yang ingin saya share dalam tulisan singkat ini terkait kelayakan dan keamanan peralatan yaitu;1) Maintenance dan 2). Kehandalan, dua (2) unsur ini saling berhubungan satu sama lain. Perawatan peralatan (maintenance) akan meningkatkan kehandalan peralatan sehingga bisa dioperasikan dengan produktif dan aman. Penulis yakin tidak ada alat buatan manusia yang sempurna seiring dengan perkembangan waktu pasti mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut dapat dikurangi dengan melakukan pola pemeliharaan yang terencana. Seperti halnya, pemeliharaan berkala mobil kita yang bertujuan untuk memastikan kehandalan saat dipergunakan dijalan. Kebiasaan saya jika akan melakukan perjalanan jauh, maka 1 minggu sebelumnya sudah saya service di bengkel resmi yang bertujuan untuk memastikan laik pakai dan aman. Jika kita selalu memperhatikan perawatan peralatan, saya yakin apapun prasarana yang kita miliki akan aman dipergunakan.

Saat yang tepat sekarang yaitu musim mudik lebaran, bagi yang mempergunakan kendaraan pribadi harus memastikan kendaraannya aman dipergunakan. Jangan terlalu berharap, bengkel resmi yang berderet sepanjang perjalanan dapat membantu jika ada masalah, bengkel siaga ini bersifat temporary dan hanya melakukan perbaikan minor. Lebih baik mempersiapkan jauh hari sebelum keberangkatan daripada menangani masalah di tengah perjalanan mudik.

Bagaimana jika sudah dilakukan pemeliharaan tetap terjadi kecelakaan?. Kembali lagi bahwa yang mengoperasikan alat adalah manusia, 100% dapat berpotensi berperilaku tidak aman (unsafe action), dari aspek human kita harus berperilaku aman 100% (kehati -hatian) sehingga kecelakaan bisa dihindari. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, yaitu: Safe habitual action merupakan suatu pola perilaku individu yang meresponse stimulus dengan memperhatikan consequences yang muncul. Safe habitual action jika sudah menjadi tatanan nilai akan menjadi embrio terbentuknya safety climate di suatu komunitas/perusahaan.  Sudah semakin jelas bahwa untuk berperilaku aman dan sadar akan safety hanya merupakan suatu pilihan hati nurani. Memanfaatkan karunia yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa adalah salah satu wujud syukur atas penciptaanNYA

Salam safety.  Jakarta, July 2015

Arief Zulkarnain

Twitter: @AriefEHS

www.ariefzulkarnain.com

%d bloggers like this: