Konsultasi dan Pendampingan Sertifikasi ISO 9001:2015 Crisis Center BNP2TKI

Untitled-1

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia merupakan lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden (pasal 94 ayat 3, UU 39/2004). Fungsidari BNP2TKI yaitu melaksanakan kebijakan dibidang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegrasi (pasal 95 ayat 1 UU No. 39/2004).

Dengan begitu tugas dari BPN2TKI sesuai dengan  pasal 3 Perpres No. 81/2006 antara lain :

Melakukan penempatan atas dasar perjanjian secara tertulis antara pemerintah dengan pemerintah negara pengguna TKI atau pengguna berbadan hukum di negara tujuan penempatan, memberikan pelayanan, mengkoordinasikan, dan melakukan pengawasan mengenai :

  • Dokumen;
  • Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP);
  • Penyelesaian masalah;
  • Sumber-sumber pembiayaan;
  • Pemberangkatan sampai dengan pemulangan;
  • Peningkatan kualitas Calon TKI;
  • Informasi;
  • Kualitas pelaksana penempatan TKI; dan
  • Peningkatan kesejahteraan Tenaga Kerja Indonesia dan keluarganya.

Saat ini BNP2TKI bersama Proxsis Productivity dan Quality member of Proxsis sedang menjalani proses konsultasi dan pendampingan sertifikasi ISO 9001:2015 Crisis Center pada BNP2TKI.  Ini merupakan salah satu upaya dari BNP2TKI  untuk membangun sistem manajemen mutu terutama pada layanan pengaduan  permasalahan CTKI (Calon Tenaga Kerja Indonesia)/TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang terjadi baik dalam proses pra-penempatan, selama bekerja di negara penempatan, maupun pada saat pulang ke daerah asal masing-masing (purna penempatan). Serta penanganan pengaduan (complaint handling) CTKI/TKI secara cepat, empati, dan ramah.

Proses konsultasi dan pendampingan sertifikasi ISO 9001 : 2015 ini memiliki metodologi sesuai dengan alur proses pembangunan Sistem Manajemen Mutu berbasis ISO 9001 : 2015 adalah :

  1. Pemahaman konteks organiasi, artinya mengidentifikasi apa saja isu-isu yang menjadi kendala dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu di BNP2TKI baik Eksternal maupun internal.
  2. Identifikasi pemangku kepentingan beserta needs dan ekspektasinya, memahami persayaratan dan ekspektasi dari pihak-pihak yang berkepentingan seperti Kementerian Lembaga, perusahaan outsourcing, LSM,PPTKIS (Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta).
  3. Identifikasi proses dan kinerja proses untuk memastikan tercapainya poin 1 dan 2
  4. Formulasi tanggung jawab dan wewenang membangun tugas dan tanggung jawab dalam implementasi sistem manajemen mutu
  5. Lakukan risk dan opportunity identifikasi dan formulasikan quality objective, identifikasi risiko-risiko dan peluang yang munbgkin terjadi dalam penerapan sistem manajemen mutu di crisis center.
  6. Pengadaan sumber daya untuk mendukung implementasi sistem manajemen mutu
  7. Implementasi, audit dan improve demi peningkatan berkelanjutan pada crisis center BNP2TKI

Pihak yang terlibat dalam proses konsultasi dan pendampingan sertifikasi ISO 9001 : 2015 antara lain dari pihak Proxsis Productivity and Quality, Roni Sutrisno Managing Director dan Senior Konultan sebagai Pemimpin Proyek, dibantu oleh Senior Konsultan Edward Librianus dan Aris Sukresno sebagai tenaga ahli, Junior Konsultan Putih Ayu dan Maishi A sebagai Tech Support dan Sarah Ayu sebagai Project Management Officer.

No comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: