Kick off meeting Implementasi ISO 90012015 di Artajasa Pembayaran Elektronis

Pendampingan Implementasi dan Sertifikasi ISO/IEC 9001:2015 PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ARTAJASA)

PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ARTAJASA) merupakan pionir dalam pasar transaksi elektronis di Indonesia. Saat ini Indonesia Banking, Finance & GRC Institute (IBFGI) member of Proxsis sedang menjalani proses konsultasi dan pendampingan sertifikasi ISO 9001:2015 PT Artajasa Pembayaran Elektronis.  Ini merupakan salah satu upaya dari PT Artajasa Pembayaran Elektronis untuk membangun sistem manajemen mutu khususnya penyedia jaringan infrastruktur bagi perbankan.

Proses konsultasi dan pendampingan sertifikasi ISO 9001:2015 ini memiliki metodologi sesuai dengan alur proses pembangunan Sistem Manajemen Mutu berbasis ISO 9001:2015 adalah:

  1. Pemahaman konteks organiasi, artinya mengidentifikasi apa saja isu-isu yang menjadi kendala dalam implementasi Sistem Manajemen Mutu di PT Artajasa Pembayaran Elektronis baik Eksternal maupun internal.
  2. Identifikasi pemangku kepentingan beserta needs dan ekspektasinya, memahami persayaratan dan ekspektasi dari pihak-pihak yang berkepentingan
  3. Identifikasi proses dan kinerja proses untuk memastikan tercapainya poin 1 dan 2
  4. Formulasi tanggung jawab dan wewenang membangun tugas dan tanggung jawab dalam implementasi sistem manajemen mutu
  5. Melakukan risk dan opportunity identifikasi dan formulasikan quality objective, identifikasi risiko-risiko dan peluang yang munbgkin terjadi dalam penerapan sistem manajemen mutu.
  6. Pengadaan sumber daya untuk mendukung implementasi sistem manajemen mutu
  7. Implementasi, audit dan improve demi peningkatan berkelanjutan pada PT Artajasa Pembayaran Elektronis

Ada beberapa hal lainnya yang perlu dikethui bahwa setelah dipubklikasikannya standar baru dari ISO 9001:2015, banyak perusahaan yang masih bertanya-tanya apa saja dokumentasi yang diperlukan. Mencoba melihat kembali pada saat standar ISO 9001:2008 baru dirilis, sebagian besar perusahaan merasa nyaman dengan enam prosedur wajib serta kebutuhan untuk kebijakan mutu dan manual. Lalu ketika standar ISO mengupdate ke versi 2015, ada beberapa persyaratan yang dihapus atau dihilangkan, yaitu:

  • Selain SDM, infrasruktur dan lingkungan, sumber daya mencakup juga perangkat ukur/monitoring dan organization knowledge.
  • Terdapat persyaratan Rilis dan Post Delivery Activites.
  • Preventive action menjadi tersirat (terintegrasi dengan risk management).
  • Adanya ketentuan mengenai “change management” baik untuk management system maupun product/services provisions.

Pihak yang terlibat dalam proses konsultasi dan pendampingan sertifikasi ISO 9001:2015 antara lain Ivan Lanin sebagai IBFG Director dan senior konsultan juga sebagai Project Manager, Bapak Roni Sutrisno dan Bapak Raya sebagai Konsultan. Proses Konsultasi dan Implementasi ISO 9001:2015 beralangsung selama kurang lebih lima bulan.

No comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: