ISO 50001 Energy Management System

ISO 50001 adalah standar internasional untuk manajemen energi. Standar ini menyediakan kerangka kerja yang efektif untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan membentuk komitmen organisasi untuk terus meningkatkan manajemen energi.

Tujuan keseluruhan dari ISO 50001 adalah untuk mendukung organisasi dalam upaya mereka menyusun dan mengimplementasikan suatu sistem manajemen energi yang komprehensif, serta untuk terus meningkatkan kinerja energi mereka. Berdasarkan pemenuhan persyaratan hukum, identifikasi dan analisa dari semua yang berhubungan dengan pertimbangan energi, membuat transparan aliran energi, menghemat biaya, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. ISO 50001 membantu organisasi dalam meraih tujuan yang berhubungan dengan energi secara sistematis, komprehensif, berorientasi pada tujuan dan sasaran yang berkelanjutan.

Selain pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk juga mempengaruhi konsumsi energi Indonesia. Tahun 2019, diprediksi kebutuhan energi Indonesia mencapai 1,316 Juta SBM (setara barel minyak). Dibutuhkan niat dan kerja keras dari seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menekan konsumsi energi. Pemerintah telah berupaya mengajak masyarakat menghemat energi dengan cara:

  1. Pengendalian sistem distribusi BBM di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum.,
  2. Kendaraan pemerintah dilarang menggunakan BBM subsidi, baik pusat maupun daerah serta badan usaha milik negara maupun daerah
  3. Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan,
  4. Konversi BBM ke bahan bakar gas untuk transportasi,
  5. Penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah pusat dan daerah, BUMN, BUMD serta penghematan penerangan jalan.

Berbagai manfaat akan diperoleh dari penerapan standar ISO 50001, diantaranya: menghemat biaya, meningkatkan keandalan organisasi, meningkatkan produktifitas dan daya saing, mengurangi risiko karena kenaikan harga energi, meningkatkan ketahanan terhadap suplai energi. Meskipun dengan sederet manfaat, bukan berarti tanpa hambatan. Hambatan dalam penerapan ISO 50001 ini adalah fokus industri pada produksi dan biaya awal daripada biaya rutin, kurangnya informasi dan keahlian teknis, serta kurangnya pemahaman dari pimpinan puncak.

No comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: