Sertifikasi ISO 20000

ISO 20000 adalah | sertifikasi ISO 20000 telah menjadi salah kebutuhan utama bagi para penyedia layanan TI agar dapat mengikuti tender-tender di Badan-Badan milik Pemerintahan Amerika Serikat. sertifikasi ISO 20000 menjadi syarat bagi setiap perusahaan yang ingin menjadi peserta tender di Badan Pemerintahan Amerika Serikat tersebut.

ISO 20000 adalah | Sertifikasi ISO 20000 sebagai persyaratan mengikuti tender saat ini sudah menjadi praktik yang biasa ditemui di beberapa tender yang diselenggarakan oleh Badan milik Pemerintahan Amerika Serikat lainnya termasuk US Dept of Defense.
Di Indonesia sendiri sertifikat ISO 20000 saat ini belum menjadi persyaratan yang umum ditemui dalam tender-tender bagi penyedia layanan TI. Namun bukan tidak mungkin dalam waktu mendatang sertifikat ini menjadi hal yang dipersyaratkan dalam tender-tender, terutama yang diadakan oleh Badan-badan Pemerintahan, sebagaimana yang sekarang marak terjadi di Amerika Serikat.

Lalu apa sebenarnya Standard ISO 20000? Dan mengapa perusahaan-perusahaan perlu mengadopsi standard itu? Apakah ada keuntungan lain dari sertifikat ISO 20000 selain dari yang disebutkan di atas?

APA SIH STANDARD ISO 20000  ?

ISO 20000 adalah | Standar ISO 20000 adalah sertifikasi manajemen teknologi informasi (TI) yang dikembangkan untuk menggantikan sertifikasi British Standard (BS) 15000 yang ditetapkan oleh British Standards International (BSI). Dikembangkan sebagai proyek bersama oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC), standar ini juga dikenal sebagai IEC 20000.

Standar ini dimaksudkan untuk memungkinkan semua organisasi yang berpondasi pada teknologi informasi mampu menerapkan praktik terbaik yang ditetapkan secara internasional. ISO 20000 juga menyediakan alat bagi perusahaan untuk mengembangkan dan memelihara proses yang menyediakan kebutuhan bisnis inti (teknologi informasi) mereka.

SEJARAH SINGKAT STANDARD ISO 20000

Standard ini banyak mengadopsi ITIL (IT Infrastructure Library). Kalau kita lihat komponen-komponen Standard ISO 20000 maka dapat ditemukan bahwa sebagian besar banyak mengadopsi proses-proses manajemen yang ada di dalam ITIL, terutama ITIL versi 2.

Standard ini menetapkan proses, kebijakan, dokumentasi, peran dan tanggung jawab yang harus ada terkait dengan penyelenggaraan dan dukungan layanan TI. Dengan demikian ISO 20000 dapat menjadi landasan bagi penyedia jasa eksternal dalam melakukan perbaikan dan peningkatan dalam layanan TI yang diberikannya.

Sebagaimana Standard ISO lainnya, pada ISO 20000 ini tersedia juga sertifikat bagi perusahaan yang berhasil membuktikan pemenuhan (compliance) terhadap spesifikasi yang ditetapkan Standard ini. Untuk sertifikasi ISO 20000 tidak dilakukan oleh ISO melainkan oleh penilai dari auditor independen.

Tim penilai ini memiliki kewenangan mengeluarkan akreditasi ISO 20000 setelah proses audit seksama. Dua bagian ISO 20000 memiliki tujuan yang berbeda yaitu pertama, menetapkan persyaratan standar dan kedua, menetapkan pedoman akreditasi. Bagian pertama menetapkan persyaratan untuk manajemen layanan TI dalam hal inisialisasi dan memelihara proses. Bagian ini merupakan persyaratan inti untuk akreditasi ISO 20000.

Bagian kedua ISO 20000 lebih menitikberatkan pada kode dokumentasi praktek. Bagian ini berisi pedoman bagi auditor eksternal dan personel kunci untuk menjaga proses pelayanan dalam organisasi. Dalam kode dokumentasi praktek, pedoman sehubungan dengan tindakan terhadap organisasi yang akan diaudit disediakan.

Agar memenuhi syarat, suatu organisasi yang hendak mengajukan akreditasi ISO 20000 harus memiliki kontrol manajemen proses. Untuk mencapai kontrol manajemen ini, perusahaan harus memiliki pengetahuan dan kontrol atas input dan output proses, termasuk memiliki standar pengukuran dan prosedur review.

MANFAAT SERTIFIKAT STANDARD ISO 20000

Terdapat beberapa manfaat dari Sertifikat ISO 20000 yang menjadi alasan mengapa sertifikat ini menjadi penting bagi suatu perusahaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Menunjukkan Komitmen Perusahaan Dan Meningkatkan Daya Saing. Meningkatkan citra perusahaan akan komitmennya terhadap kualitas layanan TI yang diberikan. Sebagaimana Standard ISO 9000 yang menunjukkan komitmen perusahaan akan adanya sistem manajemen mutu yang baik di sebuah perusahaan, maka untuk komitmen mutu yang baik dalam penyelenggaraan layanan TI ditunjukkan oleh Sertifikat ISO 20000. Pencapaian ini pun tentunya meningkatkan daya saing perusahaan di mata para pelanggannya.
  2. Menunjukkan Kemampuan Perusahaan. Membuktikan bahwa Penyedia layanan TI mampu memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini karena spesifikasi yang ada di Standard ini ditujukan agar layanan yang diberikan memiliki kualitas yang dapat diterima oleh pelanggannya.
  3. Memenuhi Persyaratan Tender. Bagi penyedia layanan eksternal dapat mengikuti tender yang mensyaratkan peserta tendernya bersertifikat ISO 20000.
  4. Memberikan Kerangka Kerja Peningkatan Layanan TI, nengurangi risiko dan biaya Layanan TI. Dengan mempraktikan manajemen system layanan yang baik sebagaimana ditetapkan dalam standard ISO 20000, maka diharapkan perusahaan dapat melakukan peningkatan dalam kualitas layanannya, melakukan penghematan biaya dan meningkatkan efisiensi, menghasilkan pengurangan risiko yang mungkin ditimbulkan oleh layanan TI dan mendorong peningkatan dan perbaikan layanan TI secara terus-menerus.

Sertifikat ISO 20000 sebuah bukti yang reliable

ISO 20000 adalah | Sebagai sebuah sertifikat yang diberikan kepada perusahaan, standard ISO 20000 tentunya memberikan arti penting baik bagi perusahaan penyedia layananan maupun bagi perusahaan-perusahaan yang mencari penyedia layanan yang dapat diandalkan.

Bagi perusahaan pengguna layanan akan menjadi mudah dalam memilih vendor, misalnya dengan mensyaratkan adanya sertifikat ISO 20000 dari vendornya. Bagi penyedia layanan, tentunya sertifikat ISO 20000 menjadi bukti nyata keseriusannya dalam memberikan layanan dengan kualitas yang baik dan dapat diterima oleh pelanggannya. Hal ini dari segi marketing tentunya menjadi keuntungan tersendiri terutama dalam mencari pelanggan baru.

Perusahaan dengan sertifikat ISO 20000 telah mampu membuktikan kepada Auditor yang independen bahwa layanan yang diberikan dikelola dengan baik dan kualitasnya dapat diterima oleh pengguna layanan itu. Penilaian dari Auditor independen inilah yang menurut saya sangat penting dan reliable bagi calon pengguna jasa perusahaan tersebut. Apalagi mengingat banyak perusahaan yang mengklaim telah menerapkan praktik-praktik terbaik berdasarkan ITIL, namun klaim ini sebenarnya belum dapat membuktikan bahwa praktik-praktik terbaik dari ITIL memang diterapkan oleh perusahaan tersebut. Pemenuhan terhadap ISO 20000 itulah yang benar-benar membuktikan bahwa klaim tersebut benar, mengingat komponen ISO 20000 yang banyak mengadopsi ITIL.

Lebih dari sekedar Sertifikasi

Last but not least, hal yang perlu diingat adalah bahwa penerapan standard, kerangka kerja dan praktik-praktik terbaik seperti ISO 20000, ITIL dan yang lainnya pada hakikatnya memiliki tujuan utama agar dapat meningkatkan kinerja dan dukungan TI perusahaan khususnya dalam memberikan layanan TI yang baik bagi penggunanya.

Hal ini penting untuk selalu diingat oleh segenap kalangan dan manajemen perusahaan yang berniat untuk mengimplementasikan standard seperti ISO 20000 ini. Dengan mencamkan hal ini, maka usaha mendapatkan sertifikat ISO 20000 akan menjadi sebuah perjalanan yang lebih bermakna dan memberikan dampak positif yang signifikan dan berbagai macam manfaat bagi penyedia layanan sebagaimana telah disebutkan di atas dan bukan hanya sekedar mendapatkan sertifikat ISO 20000 semata.

Proxsis Group akan membantu perusahaan bapak dan ibu untuk mendapatkan Sertifikasi ISO 20000 tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Untuk Sertifikasi hubungi :

Email : rian.proxsisgroup.com
Telp : 0822 3366 1026 | Rian

%d bloggers like this: