Biografi : Arief Zulkarnain, National EHFS Head Downstream at PT SMART Tbk

Uncategorized

3063fb2 Arief Zulkarnain adalah praktisi LK3 (Lingkungan dan K3) yang telah berpengalaman dalam bidang environment, health and safety (LK3) selama 17 tahun di beberapa perusahaan besar agribisnis (PMA/PMDN). Untuk meningkatkan kompetensi dibidang LK3, Arief telah mengikuti beberapa pelatihan LK3 baik diluar maupun dalam negeri. Arief adalah Auditor ISO 14001 dari EARA, Certified Auditor SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja sesuai PP50/2011, Lead Auditor RSPO dari DMSI (Dewan Minyak Sawit Indonesia), Certified Auditor OHSAS 18001serta mempelajari perubahan perilaku safety dengan metode Behavior Based Safety (BBS).

Arief mendalami Behavior Based Safety (BBS) sejak tahun 2008 yang diperoleh secara formal pelatihan dan praktik lapangan. Tahun 2013 kembali mendalami BBS melalui pelatihan yang dipandu langsung oleh Instruktur BBS dari RCI Consultant (USA) yaitu Christ Goullart. Untuk memperdalam kemampuannya sebagai agent of chage dalam pembentukan budaya safety, pada September 2015, Arief kembali berencana akan mengikuti class master Behavior Based Safety di Kuala Lumpur.

Sebagai praktisi safety, Arief adalah Ahli K3 Umum, Ahli K3 Kebakaran dan Ahli K3 Kimia. Pengalaman melakukan audit lingkungan dan K3 di berbagai perusahaan swasta nasional membuat yang bersangkutan semakin mendalami karakteristik system LK3 serta penerapannya. Arief telah mengembangkan 2 (dua) sistem manajemen LK3 (2008) dan (2013) di perusahaan swasta agribisnis yang mengintegrasikan antara Lingkungan dan K3, system tersebut menjadi acuan pengelolaan LK3 di perusahaan tersebut sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja serta pencemaran lingkungan. System yang telah dibuat oleh Arief, compatible dengan sistem standard international serta national ISO 14001, OHSAS 18001 dan SMK3.

Arief menyelesaikan pendidikan formal dari Fakultas Pertanian-Universitas Negeri Jember (1995) dan Magister Manajemen di Jakarta tahun 1998. Saat ini, Arief telah selesai mengembangkan program Behavior Based Safety ( BBS) di 5 (lima) anak perusahaan agribisnis besar di Indonesia.

%d bloggers like this: