Akan Seperti Apa Cara Mengemudi Kita Dalam Satu Dekade Kedepan???

Uncategorized

Goldman Sachs telah merilis sebuah laporan yang memprediksikan bagaimana mobil di tahun 2025. Ada empat hal yang akan menjadi unsur yang harus dipenuhi yaitu ramah lingkungan, nyaman, aman, dan terjangkau. (Baca: Beginilah Mobil pada Tahun 2025). Selain itu terdapat 7 tren yang menjadi kunci yang akan mendorong sebuah transformasi pada dunia per-mobil-an pada dekade mendatang. Sehingga menurut Goldman Sachs, perubahan mobil di tahun 2025 akan mengubah bahkan membentuk kembali cara kita mengemudi. Tidak akan sama dengan cara kita mengemudi hari ini.

Filling up, plugging in

Kekhawatiran tentang gas rumah kaca dan polusi akan mendorong perubahan pada industri mobil terutama bagaimana mobil ini memiliki bahan bakar. Adanya efisiensi bahan bakar dan emisi CO2 memaksa produsen mobil untuk membuat mesin mobil lebih efisien. Pada tahun 2025, 25% dari mobil yang dijual akan memiliki mesin listrik, meningkat dari 5% hari ini. Tapi kebanyakan dari mereka merupakan kendaraan hybrids dan 95% mobil masih akan mengandalkan bahan bakar fosil untuk setidaknya sebagian dari daya mereka. (Kendaraan hybrids adalah mobil yang digerakkan oleh dua tenaga yakni tenaga baterai yang dapat diisi ulang dan juga dari bahan bakar). Itu berarti produsen mobil dirasa perlu untuk membuat mesin pembakaran internal yang lebih efisien untuk memenuhi standar baru.

Pengembangan sumber daya alternatif seperti bahan bakar hidrogen akan menambah efisiensi secara keseluruhan, tetapi hanya jika orang mampu membelinya. Pemerintah Jepang telah menetapkan target harga ¥ 2.2 million atau sekitar 247 juta rupiah untuk kendaraan berbahan bakar hidrogen pada tahun 2025. Sementara mobil ini masih akan menjadi sangat terbatas dalam penjualan global, yang target harganya akan memungkinkan mereka menjadi kompetitif dengan kendaraan hybrids yang populer.

Tenaga yang digunakan oleh mobil pun akan merupakan kombinasi termasuk bensin injeksi langsung, turbocharging, dan transmisi otomatis kecepatan tinggi. Pembakaran internal, hybrids, plug-in hybrids, kendaraan listrik, dan kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Lightening up

Untuk meningkatkan efisiensi, produsen mobil telah mencari cara untuk mengurangi berat keseluruhan mobil. Tapi sesuai dengan standar keselamatan otomotif, biasanya diperlukan bagian tubuh yang lebih berat. Hal ini memudahkan karena perusahaan mengeksplorasi bahan yang ringan dan kuat, termasuk baja high-tensile dan Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP).

Namun, ini adalah bahan yang lebih mahal. CFRP, khususnya, terutama saat ini hanya digunakan pada mobil sport. Seiring waktu, dorongan untuk efisiensi bahan bakar akan berarti lebih banyak menggunakan aluminium dan baja high-tensile. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi harga. Bahan baru yang lebih kuat dan lebih ringan akan jauh lebih mahal untuk mobil. Berikut data yang disajikan Goldman Sachs Global Investment Research.

Perbandingan-harga-bahan-baku-mobil-Goldman-Sachs-2

Self-driving cars

Setelah dihadirkannya self-driving cars dalam tulisan fiksi ilmiah, kini hal itu menjadi kenyataan. Mereka dapat membantu mengurangi kecelakaan di jalan, membersihkan lalu lintas, dan memberikan mobilitas kepada lebih banyak orang.

Kompetisi untuk memimpin perubahan ini pun sangat ketat, baik dari perusahaan yang sudah berkecimpung di industri mobil maupun di luar. Mobil yang sepenuhnya otonom masih diuji di jalan hari ini, dan mobil semi-otonom yang pertama akan mulai diperjualbelikan dalam 1-2 tahun ke depan.

Namun, inovasi selalu disertai risiko. Mengontrol mobil melalui software dapat menyebabkan kerentanan hacking dan isu-isu berbahaya lainnya. Hal ini jelas tidak dapat diabaikan perusahaan. Mobil semi otonom yang masih memungkinkan dikemudi secara manual dalam keadaan darurat adalah skenario yang lebih mungkin dalam waktu dekat.

Teknologi telah mentransformasi mobil yang juga akan membawa perubahan yang significant untuk produsen mobil.

Evolving the supply chain

Kebutuhan untuk mobil yang hemat bahan bakar akan lebih meningkatkan biaya sparepart mobil. Diperkirakan mencapai USD 2.500 per kendaraan atau sekitar 33 juta rupiah. Para pemasok spare parts akan perlu menemukan cara untuk bersaing dengan teknologi sekaligus menurunkan biaya. Sementara situasi menantang, maka tetap ada kesempatan bagi produsen spare parts.

Perbandingan-spending-CO2Goldman-Sachs

Untuk perusahaan besar, mengurangi risiko bisa berarti peningkatan anggaran R & D dan diversifikasi di berbagai teknologi. Usaha kecil, di sisi lain, dapat memperdalam fokus mereka pada teknologi inti sementara membentuk aliansi dengan pemasok lain untuk wilayah di luar keahlian mereka.

New competitors

Dengan bergantung pada perangkat lunak dan teknologi lainnya maka tidak mengherankan bahwa perusahaan teknologi konsumen akan memasuki dunia otomotif. Sementara mobil bukanlah ponsel, bisnis ini ‘fokus pada desain, kemudahan penggunaan, bantuan otomatis dan baterai yang akan membawa jenis baru dari inovasi ke lapangan. Mobil pada tahun 2025 juga akan dibentuk oleh dunia di sekitarnya. Kelompok baru dari pengemudi dan cara-cara baru mengemudi akan menciptakan peluang baru untuk mobil.

New-Competitors-Goldman-Sachs

The internet of cars

Internet menunjukkan bagaimana perangkat dapat terhubung dengan jaringan setiap harinya. Ineternet dari mobil akan melakukan yang sama.

Mobil yang terhubung akan berkomunikasi satu sama lain dan dengan dunia yang lebih besar, tidak hanya akan mengurangi kecelakaan tetapi juga memudahkan lalu lintas. Mereka akan memiliki efek yang kuat di luar industri otomotif. Asuransi, misalnya, akan memiliki cara baru untuk memantau perilaku pengemudi, menghargai pengemudi yang baik dan mengenakan biaya untuk yang buruk. Perusahaan penyewaan mobil juga akan dengan mudah menghubungkan mobil yang menganggur dengan pelanggan yang membutuhkan mereka.

The shift to emerging markets

Kepemilikan mobil di Amerika mulai mendapatkan momentum ketika pendapatan per kapita bergeser dari USD 10.000 ke USD 20.000, demikian data yang dirilis Goldman Sachs. Pada tahun 2025, banyak negara berkembang akan mencapai tingkat tersebut untuk pertama kalinya, menciptakan permintaan yang besar untuk mobil kecil dengan harga yang lebih rendah dan biaya operasi yang lebih rendah.

India, misalnya, akan menjadi pasar mobil terbesar ketiga di dunia pada tahun 2025, dengan 7,4 juta kendaraan. Tiongkok, yang telah mengalami booming kepemilikan mobil, akan terus tumbuh, dengan metode car sharing diharapkan menjadi lebih populer.

Emerging-markets-dominate-future-growth-Goldman-Sach

Source : blj.co.id

Photo : brand.hyundai.com

No comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: